Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Rekayasa Perangkat Lunak’ Kategori

Belajar OOP

Setiap setelah UTS saya selalu melakukan review terhadap materi kuliah yang saya sampaikan. Salah satu tujuannya adalah untuk mengingatkan mahasiswa supaya memahami kembali materi yang sudah dan akan disampaikan. Dengan demikian diharapkan mahasiswa bisa melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian kompetensinya.
Review yang saya lakukan biasanya mengenai substansi dari mata kuliah. Sebagai contoh, untuk mata kuliah Pemrograman [...]

Untuk mentranslate bahasa

Perangkat lunak dibuat supaya bisa digunakan oleh pemakai untuk membantu menyelesaikan masalah/pekerjaannya. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan saat membuat perangkat lunak adalah memahami masalah/pekerjaan yang akan dibantu penyelesaiannya tersebut.
The first step in solving any problem is to understand it. We often propose solutions to problems that we do not understand and then [...]

Untuk mentranslate bahasa

Beberapa waktu yang lalu, saya berdiskusi dengan pak Hendayun, penanggung jawab Program Magister Teknik Informatika Universitas Langlangbuana (Unla). Topik yang kami bicarakan saat itu adalah tentang tingkat pemahaman Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dari sisi dosen atau pengajarnya. Kami berdiskusi dengan mengacu pada isi slide presentasi yang sudah beliau buat.
Is software engineering real engineering?

Untuk mentranslate bahasa

Untuk mengetahui apakah mahasiswa sudah mengerti subtansi materi dari mata kuliah yang berkaitan dengan pemrograman, biasanya saya lontarkan sebuah pertanyaan, “Apa artinya belajar pemrograman?”. Seperti biasa response yang saya terima sangat beragam. Ada yang menjawab dengan benar, ada yang menjawab sekedarnya, ada yang cuma berkomentar, ada juga yang tersenyum manis atau nyengir, berharap dosennya sendiri [...]

Untuk mentranslate bahasa

Saat membahas materi object-oriented analysis (OOA) di kuliah Analisis Perangkat Lunak II, kesulitan yang sering dialami mahasiswa adalah saat harus mengidentifikasi kelas analisis dan menentukan interaksinya. Mungkin karena masih kurangnya jam terbang di object-oriented programming (OOP) yang menjadi prasyarat kuliah ini.

Untuk mentranslate bahasa

Dua minggu terakhir ini saya membahas dan mendiskusikan materi perancangan perangkat lunak dengan mahasiswa IT Telkom di kuliah Rekayasa Perangkat Lunak.
Karena ada handicap di jam terbang programming dan kesesuaian metode perancangan dengan tool implementasi yang mereka pilih, maka saya gunakan pendekatan bottom up berikut untuk menjelaskan teknis perancangan prosedural dan implementasinya dengan PHP.

Untuk mentranslate bahasa

Teknik konvensional maupun teknik terstruktur dua-duanya merupakan pendekatan atau cara untuk membuat perangkat lunak. Demikian juga dengan teknik berorientasi objek. Teknis pelaksanaan pembuatan perangkat lunak dengan teknik-teknik tersebut berbeda satu sama lainnya, karena sudut pandang (paradigma) yang digunakannya pun berbeda.

Untuk mentranslate bahasa

Teknik Terstruktur (Structured Technique) mulai dikenal sekitar tahun 1969 saat Niklaus Wirth mempopulerkan Pascal sebagai bahasa pemrograman untuk membuat program terstruktur. Konsep yang mendasari teknik ini adalah Pemrograman Terstruktur (Structured Programming) yang digagas oleh Edsgar W. Dijkstra. Pemrograman Terstruktur memungkinkan semua logika program tersusun dari kombinasi tiga struktur dasar, yaitu sekuensi (sequence), pemilihan (selection), dan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Mencermati hasil tugas akhir/skripsi mahasiswa, materi kuliah yang diajarkan beberapa teman dosen, dan dokumentasi proyek yang dibuat beberapa partner kerja, masih sering ditemukan penggunaan metode/teknik dan alat bantu (tools) “gado-gado” untuk membuat perangkat lunak (software development). Sah-sah saja hal itu dilakukan asal ada penjelasan mengapa teknik dan alat bantu “gado-gado” tersebut digunakan. Juga penjelasan bagaimana [...]

Untuk mentranslate bahasa