Biasanya syndrome yang paling umum adalah “I don’t like Monday!”. Tetapi bagi saya, dan mungkin bagi orang Bandung lainnnya, adalah “I don’t like week end!”. Mengapa? Macet dan semrawut dimana-mana, terutama di pusat-pusat keramaian. Sudah terbayang tersiksanya badan yang sedikit besar ini di-oven dan di-presto dalam angkot, kalau kebetulan ada keperluan ke tempat-tempat yang melalui pusat keramaian tersebut.
Entah mengapa perencanaan tata ruang, tata kota, tata bangunan, tata ekonomi, dan tata-tata lainnya untuk kota Bandung ini sepertinya tidak komprehensif. Tidak memperhatikan dampak jangka panjang bagi penduduknya. Bahasa kerennya, tidak dibuat social cost benefit analysis-nya. Yang dikedepankan mungkin hanya business plan saja. CMIIW!
Tetapi seperti apapun wajah kota Bandung, saya tetap mencintai kota ini. Good or bad is my city!. Tempat segala macam proses kehidupan yang saya jalani semenjak lahir. Walaupun setiap akhir pekan saya selalu berharap, Bandung tidak macet dan semrawut. Bandung kembali teduh dan sejuk. Bandung dapat membuat penduduknya kembali menjadi ramah, someah dan religius.
Lamunan sontak buyar saat terdengar suara berdecak dari sebelah atas. Eh, ternyata ada si cecak lagi. Mungkin sedari tadi terus memperhatikan. Begitu saya tatap, cecak pun berkomentar, “Gw tau alasan sebenernya lu ga suka wiken! Bukan karena macet kan!?”.
Dan secepat kilat saya pun usir dia, “Hus, huss, pergi sana!”, sebelum dia bicara tambah ngaco.
Have a nice weekend!
waduuh..waduh..
cecak yang sangat perhatian yaa..
setiap malem selalu menemani sambil menebak” isi hati..
hmmpff..
I hate saturday honestly..
and..it’s bad to be lonely..
hiks..
anyway..
selamat ber-weekend pak toto dan temannya si cecak itu..
\^o^/
cecaknya masih yang kemarin itu.. atau kembarannya.. atau adiknya.. atau kakaknya.. atau siapanya-cecak-yang-kemaren, Pak??
..
emm..
jaragua lizard struggle of life.
protract the tongue to catch mosquitoes.
http://www.ens-newswire.com/ens/pics20/jagarua.jpg
ohooo.. pak.. pak.. bikin novel aja atuh ini mah
*kan bukunya belum rilis2 tuh??*
“Ketika Cecak Memperhatikan”
..atau..
“Huss.. cecak..!!”
..atau..
*apalagi ya??*
hemm.. balik ke deadline lagi ahhh ^^v peace..
setuju pak,,,
Bandung “nggak bgt” kl weekend mah..
btw,,
cicak di rumah bapak eksis bgt yaaaa,,,,
hehehehe
(^0^)
hmm..
cecak menjadi famous di totosuharto.wordpress.com ini yaa..??
hahaha..
cecak yang iri nggak diajak makan cheesecake..=>
tapi bukannya si cecak ada disana juga ya pak ??
masa bapak nggak liat??
^o*..v
Wah, ternyata banyak juga yang suka cecak ya…
Thx buat Inggo, Adjo sama Ayu (Kuke). Juga buat pak Wit untuk gambar cecaknya.
bbaappaakk..
hLen setuju dengan omongan cicaknya,
hwhwhwhw..