Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2008

Dampak

Apa yang disebut dampak atau impact? Secara umum dampak dapat diartikan sebagai perubahan perilaku, keadaan, kondisi, status atau lingkungan yang diakibatkan oleh suatu kejadian atau kegiatan, baik yang direncanakan maupun tidak. Dampak terkait erat dengan keluaran (output) dan hasil (outcome).

Sebagai gambaran, kegiatan belajar akan memberikan kita pengetahuan dan keterampilan (output). Dengan pengetahuan dan keterampilan tersebut maka cara kita berpikir, bersikap, dan bekerja akan menjadi lebih terencana, terpola, dan terukur (outcome). Akibatnya produk pekerjaan yang kita hasilkan akan menjadi lebih baik dan berkualitas (impact).

Dampak sukar diukur karena pencapaiannya tidak seketika. Selain itu, ada kegiatan atau faktor lain yang dapat mempengaruhi pencapaian ini. Contohnya, kualitas produk pekerjaan tidak hanya dicapai dari hasil kegiatan belajar. Tetapi mungkin dipengaruhi juga oleh hasil pengadaan alat (tools) untuk membantu pekerjaan tersebut. Atau bisa juga oleh hasil pemilihan bahan bakunya.

Dampak ada yang positif, ada juga yang negatif. Biasanya kita akan menolak, protes, bahkan marah kalau ada kegiatan yang dapat memberikan dampak negatif bagi banyak orang.

Dibutuhkan kemampuan analisis yang kuat untuk dapat mengantisipasi kemungkinan munculnya dampak negatif. Dibutuhkan kearifan untuk memilah mana kegiatan yang memberikan dampak positif dan negatif. Tetapi dibutuhkan sikap bijaksana untuk mencari solusi bagaimana menghilangkan, minimal mengurangi, dampak negatif ini apabila kegiatan tersebut sudah terlanjur terlaksana.

Read Full Post »

I Don’t Like Week End!

Biasanya syndrome yang paling umum adalah “I don’t like Monday!”. Tetapi bagi saya, dan mungkin bagi orang Bandung lainnnya, adalah “I don’t like week end!”. Mengapa? Macet dan semrawut dimana-mana, terutama di pusat-pusat keramaian. Sudah terbayang tersiksanya badan yang sedikit besar ini di-oven dan di-presto dalam angkot, kalau kebetulan ada keperluan ke tempat-tempat yang melalui pusat keramaian tersebut.

Entah mengapa perencanaan tata ruang, tata kota, tata bangunan, tata ekonomi, dan tata-tata lainnya untuk kota Bandung ini sepertinya tidak komprehensif. Tidak memperhatikan dampak jangka panjang bagi penduduknya. Bahasa kerennya, tidak dibuat social cost benefit analysis-nya. Yang dikedepankan mungkin hanya business plan saja. CMIIW!

Tetapi seperti apapun wajah kota Bandung, saya tetap mencintai kota ini. Good or bad is my city!. Tempat segala macam proses kehidupan yang saya jalani semenjak lahir. Walaupun setiap akhir pekan saya selalu berharap, Bandung tidak macet dan semrawut. Bandung kembali teduh dan sejuk. Bandung dapat membuat penduduknya kembali menjadi ramah, someah dan religius.

Lamunan sontak buyar saat terdengar suara berdecak dari sebelah atas. Eh, ternyata ada si cecak lagi. Mungkin sedari tadi terus memperhatikan. Begitu saya tatap, cecak pun berkomentar, “Gw tau alasan sebenernya lu ga suka wiken! Bukan karena macet kan!?”.

Dan secepat kilat saya pun usir dia, “Hus, huss, pergi sana!”, sebelum dia bicara tambah ngaco. :D

Have a nice weekend!

Read Full Post »

Saat memberi materi kuliah pra pasca beberapa waktu lalu, rada heran juga begitu mengetahui sebagian besar peserta ternyata masih belum memahami model data sebagai tools perancangan basis data. Banyak yang masih punya pemahaman bahwa perancangan basis data hanya berurusan dengan Entity-Relationship Diagram (ERD) dan normalisasi saja.

Menurut saya, pendapat diatas perlu dikoreksi walaupun tidak sepenuhnya salah. Mengapa? Karena dalam konteks perancangan basis data, ERD dan normalisasi adalah 2 hal yang berbeda. Mari kita urai satu persatu.

ERD adalah diagram untuk menggambarkan model data Entity-Relationship (ER). Model ini digunakan untuk mendeskripsikan basis data di level konseptual. Artinya, basis data yang akan dibangun kita coba ungkapkan dalam bentuk entitas-entitas data berikut hubungan keterkaitan diantaranya. Dengan demikian, kita dapat membayangkan data apa saja yang nanti akan disimpan dalam basis data.

Sementara normalisasi adalah proses dekomposisi skema atau tabel relasi, karena skema atau tabel tersebut masih mengandung anomali. Skema atau tabel relasi adalah notasi untuk menggambarkan model logis basis data. Model ini digunakan untuk mendeskripsikan basis data sehingga susunan dan keterkaitan antar datanya dapat kita lihat secara logis.

Jadi berdasarkan penjelasan diatas, kita bisa buat klasifikasi sebagai berikut:

  • Model data: model ER, model relasi
  • Diagram/notasi: ERD, skema/tabel relasi
  • Tahap perancangan: perancangan model konseptual, perancangan model logis, normalisasi

Nah, selanjutnya kita hanya tinggal menempatkan model data, diagram/notasi, maupun tahap perancangan berikutnya ke konteks yang tepat sesuai pendekatan perancangan yang dipilih.

Bagaimana menurut pembaca?

Read Full Post »

Belajar OOP

Setiap setelah UTS saya selalu melakukan review terhadap materi kuliah yang saya sampaikan. Salah satu tujuannya adalah untuk mengingatkan mahasiswa supaya memahami kembali materi yang sudah dan akan disampaikan. Dengan demikian diharapkan mahasiswa bisa melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian kompetensinya.

Review yang saya lakukan biasanya mengenai substansi dari mata kuliah. Sebagai contoh, untuk mata kuliah Pemrograman Berorientasi Objek atau Object-oriented Programming (OOP):

Pemahaman tentang OOP
OOP adalah teknik untuk membuat program objek, yaitu program yang tersusun dari kelas dan objek yang saling berhubungan. Hubungan antar kelas/objek ini dapat dilihat baik saat program ditulis maupun saat program dieksekusi.

Karena OOP merupakan teknik pembuatan program, maka ada pendekatan yang digunakan. Ada aturan yang harus diikuti saat menyusun programnya, dan ada tools yang digunakan untuk menuliskan programnya.

Belajar OOP
Belajar OOP adalah belajar pemrograman, oleh karena itu ruang lingkup pembahasannya mencakup:

  1. Belajar ide atau pendekatan yang menjadi konsep dasar OOP.
  2. Belajar bagaimana menerapkan konsep dasar itu menjadi berbagai bentuk OOP.
  3. Belajar bahasa pemrograman yang akan digunakan untuk membuat berbagai bentuk OOP, seperti struktur program, sintaks penulisan, atau mekanisme eksekusi program.
  4. Belajar menggunakan tools bahasa pemrograman untuk menulis program, kompilasi, dan eksekusi.
  5. Belajar menemukan dan mengartikan kesalahan program, dan memperbaikinya.
  6. Belajar bagaimana mengimplementasi 1 s.d. 5 untuk membuat sebuah aplikasi yang utuh.

Peta Materi OOP
Mengacu pada ruang lingkup belajar OOP diatas, peta materi OOP bisa seperti ini:

peta-materi-oop

(Klik disini untuk melihat gambar yang lebih besar)

Supaya semua materi dapat tersampaikan, ada strategi pembelajaran dan prioritas materi yang harus dirancang. Mana yang harus disampaikan di kelas, di laboratorium, saat asistensi, atau yang harus dipelajari dan dikerjakan sendiri oleh mahasiswa.

Semoga bermanfaat!

Read Full Post »

Pertanyaan yang sering mengemuka saat saya menyampaikan materi kuliah Sistem Informasi atau Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) adalah,

Apa perbedaan dan persamaan sistem informasi dengan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)?

Supaya tidak kemana-mana, saya coba tempatkan dulu konteks pertanyaannya. Dalam konteks pengembangan (development) dari suatu proyek IT atau tugas akhir, substansi perbedaannya terletak pada objek yang dikembangkan, sehingga produk (output) yang dihasilkannya pun berbeda.

Objek pengembangan sistem informasi adalah sistem informasi. Untuk proyek pengembangan sistem informasi secara total,

proyeksisfo

Objek pengembangan perangkat lunak tentunya perangkat lunak, yaitu program, (basis) data, dan dokumen-dokumen yang terkait dengan proses pengembangannya.

Ruang lingkup pekerjaan dan produk yang dihasilkan dari pengembangan sistem informasi secara total meliputi,

totalsystemdevelopment

outputproyek1

Pada umumnya pengembangan sistem informasi secara total hanya sekali dilaksanakan, yaitu di awal pembentukan sistem informasi. Untuk proyek-proyek berikutnya, juga tugas akhir, objek yang dikembangkan lebih ke aplikasi dan basis datanya.

applicationdevelopment

outputproyek2

Pada keadaan inilah pengembangan sistem informasi menjadi sama ruang lingkup dan produknya dengan pengembangan perangkat lunak.

Semoga bermanfaat.

Read Full Post »

Puisi

Seorang teman menyarankan, untuk mengurangi kejenuhan kerja, rasa bete, juga stres, bernyanyilah keras-keras. Atau tulislah sebuah puisi.

Saran pertama ngga mungkin saya lakukan. Dengan suara alto sopran di nada dasar D minor alias sumbang, terlalu beresiko jika saya lakukan. Bisa-bisa saya diikat seperti tokoh Asurancetaurix di seri komiknya Asterix.

Jadi tinggal saran kedua yang mungkin saya coba. Dan hasilnya begini,

Setengah dua belas lebih semenit
Ku termangu di depan laptop
Dengan mata yang tinggal lima watt

Sambil bersandar pada dinding yang mulai dingin
Kualihkan pandangan ke tembok
Dimana seekor cecak berada

Cecak pun balik menatap
Dan tiba-tiba berucap,
“Ngapain lu liat2 gw! Naksir?”

Halah!!! :D

Have a nice day…

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.