Minggu-minggu terakhir ini hampir semua kelas yang saya ajar berakhir. Tugas berikutnya yang harus saya kerjakan adalah membuat soal ujian, yaitu alat ukur untuk mengevaluasi hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Referensi yang umumnya dipakai untuk membuat soal ujian adalah taksonomi Bloom dari Benjamin Bloom. Ada 6 level pertanyaan yang dapat disusun berdasarkan taksonomi ini:
- Level 1 (c1) : Mengetahui atau mengingat
- Level 2 (c2) : Mengerti atau memahami
- Level 3 (c3) : Menerapkan
- Level 4 (c4) : Menganalisis
- Level 5 (c5) : Mensintesis atau membentuk sesuatu
- Level 6 (c6) : Mengevaluasi
Tetapi saya lebih suka mengkombinasikan taksonomi Bloom tersebut dengan konsep software testing saat membuat soal ujian. Karena soal ujian yang dihasilkan, juga alat ukur evaluasi lainnya, akan lebih akurat dan komprehensif.
Untuk membuat soal ujian dengan menggunakan pendekatan seperti itu, yang pertama harus dilakukan adalah menetapkan tujuan pengujian.
- Menilai apakah materi kuliah yang disampaikan sudah memenuhi kompetensi yang sudah ditetapkan dalam acuan proses pembelajaran (silabus).
- Menemukan kesalahan pada materi kuliah yang disampaikan, terutama yang tidak terantisipasi sebelumnya.
- Menilai apakah pelaksanaan perkuliahan telah sesuai dengan metodologi dan model proses pembelajaran yang digunakan.
Berikutnya adalah menentukan tahap-tahap pembuatan soal ujian untuk mencapai tujuan pengujian diatas.
- Menentukan kompetensi mana yang akan diuji, seberapa dalam, dan berapa persen bobot pengujiannya.
- Menentukan bagaimana pengujian akan dilaksanakan, mencakup cara pengujian, skenario pengujian, dan jenis pengujian (satu topik bahasan, beberapa topik bahasan yang saling terkait, atau keseluruhan topik bahasan secara komprehensif).
- Menyusun soal sebagai suatu kasus uji (test case) berdasarkan hasil (1) dan (2) dengan mengacu pada taksonomi Bloom.
- Menentukan pokok-pokok atau konseptualisasi penyusunan jawaban yang diharapkan.
Dan yang terakhir adalah menilai/mengevaluasi hasil pengujian berdasarkan jawaban yang diharapkan. Dari hasil evaluasi, dapat diketahui seberapa besar tingkat keberhasilan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang sudah ditetapkan.
Jika sudah memenuhi, bagaimana menjaga dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran sehingga kompetensi yang terbentuk akan menjadi lebih baik lagi.
Jika belum memenuhi, di materi dan proses pembelajaran mana yang masih belum berhasil, sehingga ke depannya dapat disusun ulang subtansi materi dan cara penyampaian yang seharusnya.
Ribet ya?
web anda terlalu jelek