Saya sering ditanya oleh mahasiswa, apa bedanya tugas akhir (skripsi) program studi Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Sistem Informasi, dan Teknik Komputer? Mereka bingung karena tidak melihat perbedaan yang signifikan, baik untuk jenjang D3 maupun S1. Kebanyakan topiknya sama, yaitu membuat perangkat lunak aplikasi untuk persoalan bisnis tertentu. Lebih jauh lagi mereka bertanya, apa bedanya lulusan dari masing-masing program studi? Apakah di dunia kerja nanti akan dibedakan juga?
Sebenarnya kalau mau jujur, tidak hanya mahasiswa saja yang tidak tahu perbedaannya. Para pemilik dan pengelola perguruan tinggi informatika & komputer pun banyak yang tidak tahu. Fakta di atas bisa menjadi salah satu indikatornya selain kurikulum dan content mata kuliah. Akibatnya begitu para mahasiswa itu lulus, mereka tidak punya kompetensi yang merepresentasikan latar belakang keilmuannya. Semuanya serba tanggung, dan hanya mewakili lapisan permukaannya saja.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Bagaimana cara kita memperbaikinya? Untuk dapat menjawabnya, marilah kita kilas balik ke belakang untuk melihat sejarah dan perkembangan pendidikan informatika & komputer di Indonesia, khususnya di Wilayah IV Jawa Barat & Banten.
Secara formal pendidikan informatika & komputer di Indonesia dimulai dengan dibukanya Pendidikan Ahli Teknik Jurusan Penggunaan Komputer (PAT-JPK) di ITB pada tahun 1978. Program diploma tersebut dibentuk oleh ITB sebagai pilot project untuk program sarjana jurusan Teknik Informatika yang baru dibuka tahun 1982 bagi mahasiswa angkatan 1981 yang sudah lulus TPB (Tahun Pertama Bersama).
Sementara pihak perguruan tinggi swasta (PTS) yang pertama membuka pendidikan informatika & komputer adalah Akademi Komputer Bandung (AKB) pada tahun 1983, dan sekarang bernama STMIK “AMIKBANDUNG”. Tahun 1984 berturut-turut dibuka jurusan Teknik Informatika di ITI (Institut Teknologi Indonesia) Serpong – Tangerang, ST-INTEN Bandung, dan Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, yang kemudian diikuti oleh perguruan tinggi lainnya.
Pada waktu itu status sebuah program studi yang baru dibuka adalah Terdaftar. Status ini dapat ditingkatkan menjadi Diakui dan Disamakan setelah mendapat pembinaan dari PTN yang mempunyai program studi sejenis, dalam hal ini jurusan Teknik Informatika ITB.
Mungkin karena sulitnya memperoleh status Diakui (apalagi Disamakan), kecenderungan program studi yang dibuka oleh PTS di tahun-tahun berikutnya adalah Manajemen Informatika dan Komputer Akuntansi yang belum ada pembinanya. Kalaupun ada program studi Teknik Informatika yang dibuka, itu pun hanya untuk jenjang D3. Maka bermunculanlah lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan informatika & komputer dengan nama AMIK (Akademi Manajemen Informatika & Komputer) dan STMIK (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer).
Menurut salah seorang dosen senior Teknik Informatika ITB yang pernah membina PTS, akar keilmuan Manajemen Informatika & Komputer ini sebenarnya sangat kabur. Sering ditanyakan tapi tidak pernah mereka bisa jawab, sering didiskusikan tapi tidak pernah mereka bisa definisikan. Akhirnya “pembinaan” untuk program studi Manajemen Informatika (S1 & D3), Komputer Akuntansi (S1 & D3), Teknik Informatika (D3) dan Teknik Komputer (D3) diserahkan pada BKS Pertikom yang dibentuk oleh kalangan mereka sendiri, salah satunya dalam wujud Panitia Ujian Negara. Jurusan Teknik Informatika ITB hanya membina program sarjana jurusan Teknik Informatika saja.
Dapat kita bayangkan bagaimana “maraknya” penyelenggaraan pendidikan informatika & komputer saat itu. Jumlah mahasiswa yang berminat kuliah di program-program studi yang ditawarkan terus bertambah. Juga lembaga-lembaga penyelenggaranya karena mudahnya mendapatkan ijin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Bersambung…
Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/pendidikan/wajah_pendidikan_informatika_komputer_1_/
Benar untuk menata kembali jurusan teknik informatiaka khususnya di uninus, haruslah di barengi oleh sarana dan prasarana penunjang praktikum yang memadai soal nya yang namanya teknik informatika kita harus benar-benar memahami dan banyak praktek langsung melalui media IT jangan pas nantinya kita keluar / lulus kita ini tidak mendapatkan ilmu ditanya bingung (tidak ber bobot). marilah kita lihat diluar sana program IT sudah sangat berkembang pesat kita jangan menutup mata dan kalah bersaing dengan negara-negara lain yang sudah maju mari kita ciptakan produc-produc unggulan jebolan dari teknik informatika uninus masih bisa diandalkan dan bisa bersaing tidak mengekor pada hasil karya orang lain kita harus dapat menciptakan penemuan-penemuan baru yang bisa di publikasikan kepada masyarakat/akademika lain untuk mengangkat kembali kejayaan uninus… BRAVO TEKNIK
H A HA HA HA